Selasa, 12 Juli 2016

Cita Citata Lengket sama Amri Angota DPR

Cita Citata Lengket Sama Amri Angota DPR

HUBUNGAN Cita Citata dan Amrullah Amri Tuasikal semakin lengket. Akhir-akhir ini, kedua insan tengah dimabuk asmara tidak malu-malu memamerkan kemesraan di Media Sosial (Medsos). Cewek kelahiran 14 Agustus 1994 menggugah sebuah foto saat keduanya tengah makan malam bersama.
            Dalam foto tersebut terlihat senyum bahagia Cita saat bersama Amri yang merupakan salah satu Anggota DPR RI. Lebih menarik lagi, adalah kehadiran sosok anak berkacamata dalam foto tersebut, diduga anak tersebut adalah putra dari Amri.
            Berbagai komentar dari netizen, “oh iyu putranya dewan@amrituasikal semoga sayang antara cita dan anaknya dan jadi keluarga kecil, amin,” tulis pemilik akun@bundarehan 1105 dalam komentarnya foto tersebut.

            Pernyataan itu pun seakan dipekuat dari foto yang diunggah Amri. Di caption foto tersebut, Amri menulis, “Smile: the most beautiful thing in life”. Untuk memastikan apakah benar hubungan keduanya dan anak yang ada dalam foto tersebut, wartawan mencoba menghubungi Cita melalui sang  Manager Bombom mengatakan foto itu belum diketahuinya.. (gerald)

Sekolah Akan Menjaring Kembali Siswa Di Kota Malang Pagu SMKN Belum Terpenuhi

Sekolah Akan Menjaring Kembali Siswa

Di Kota Malang Pagu SMKN Belum Terpenuhi

Zubaidah         Foto: Dok.NAGi
MALANG KOTA, NAGi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah mengatakan ada beberapa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang tersebar di beberapa wilayah Kota Malang, siswanya belum terpenuhi pagu dalam Penerimaan Peseta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2016/2017. Hal ini, karena keinginan dari calon siswa memilih Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan program lainnya dibandingkan dengan SMKN. Rencana penjaringan siswa baru ini, dibuka pada tanggal 18 Juli 2016 mendatang.
            Dikatakan Zubaidah kepada wartawan, untuk mengisi pagu yang masih kurang, sekolah akan kembali menjaring siswa yang diutamakan yang bertempat tinggal di sekitar sekolah yang belum terpenuhi pagu. “Teknis penerimaan siswa baru untuk memenuhi pagu, tidak dilakukan melalui PPDB Online secara regular seperti sebelumnya, tetapi melalui sistem di sekolah masing-masing,” jelas Zubaidah, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, pihak dinas menyerahkan sistem penerimaan tergantung kondisi dan situasi masing-masing sekolah.
            Lebih lanjut dijelaskan Zubaidah, Peraturan Walikota tentang PPDB diperbolehkan membuka pendaftaran sampai terpenuhi pagu. “Beberapa SMKN yang pagunya kurang yaitu SMKN 13, SMKN 7, SMKN 5, siswanya masih kurang, sehingga akan dibuka penerimaan siswa baru nanti pada tanggal 18 Juli 2016,” ungkap Zubaidah mantan Kepala Dinas Perpustakaan Kota Malang.
            Di SMKN 5 yang pagunya kurang adalah untuk Program Keahlian Desain dan Produksi Kria Keramik (KKR) dan Desain dan Produksi Kria Kayu (KKA). “Sedangkan di SMKN 7 yang masih kurang adalah Analisa Kimia. Di SMKN 13 yang masih kurang Program Keahlian Teknik Pengelolaan Hasil Pertanian (TPHP),” tutur Zubaidah, sementara program yang baru diminati adalah Program Multimedia, sedangkan untuk TPHP masih kurang dua kelas. (bala/faby)

Walikota Malang Rp 3 Miliar untuk Tareko

Walikota Malang

Rp 3 Miliar untuk Tareko

H.M Anton            Foto: Dok.NAGi
MALANG KOTA, NAGi. Walikota Malang, HM. Anton mengatakan ada pengusaha yang siap memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk renovasi Taman Rekreasi Kota (Tarekol) sebesar Rp 3 miliar. Pengusaha itu asal Malang, kini sedang mengembangkan usahanya di Kalimantan dan sukses dalam usahanya.
            Pengusaha itu sangat tertarik dengan pembangunan taman yang ada di Kota Malang, akan membantu Pemerintah Kota Malang dengan dana CSR. “Pengusaha itu, ternyata sangat tertarik dengan taman di sini, saya sudah minta kepada Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar berembuk mengenai konsep pembangunan Tareko,” tutur Abah Anton, yang akrab disapa.
            Dijelaskan Abah Anton,  karena lokasi Tareko letaknya dekat sungai, maka revitalisasi bisa menambah keindahan, kesejukan Tareko, sehingga menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang untuk berlibur di Kota Malang. “Mulanya pengusaha itu mengemukakan rencananya untuk memberi bantuan melalui dana CSR,  saya pikir hanya basa basi saja. Ternyata keinginannya itu akan direalisasikan segera, setelah saya mengajukan perencanaannya,” ujar Abah Anton, yang juga Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang.
            Dikatakan Abah Anton, kalo uangnya sudah siap, tetapi pihak Pemkot Malang tidak menerima CSR dalam bentuk uang tunai, tetapi kami hanya siapkan tim perencanaan pembangunan Tarekot, mereka yang mengerjakan pembangunan tersebut. “Ya…kalo ada pengusaha asal Malang yang tinggal di berbagai daerah, sudah sukses dalam usahanya, mau menyumbang dana SCR atau berupa apa saja, Pemkot Malang bersedia kerjasama untuk pembangunan Kota Malang,” harap Abah Anton, tetapi mereka yang mengerjakan pembangunan, sehingga Pemkot dan masyarakat menerima jadi saja. (faby/bala).

Pertengahan Juli Rekomendasi Turun dari DPP PDI-P, Dewanti Calon Walikota Batu Didamping Punjul

Pertengahan Juli Rekomendasi Turun dari DPP PDI-P
Dewanti Calon Walikota Batu Didamping Punjul


              Punjul                          Dewanti       Foto: Dok.NAGi
BATU, NAGi. Hiruk pikuknya Pencalonan Walikota dan Wakil Walikota Batu dari berbagai Partai Politik (Parpol) pengusung maupun pendukung semakin hari semakin memuncak. Menjadi jargon atau favorit adalah dari Partai Demokrasi Indonesia Pembaharuan (PDI-P) Kota Batu ingin mempertahankan kursi walikota setelah lengsernya Eddy Rumpoko, karena akan menyelesaikan dua periode. Diperkirakan pertengahan Juli 2016 atau paling lambat akhir Juli rekomendasi dari DPP PDI-P akan turun mudah-mudahan menempatkan Dra. Hj. Dewanti Rumpuko, MSi, sebagai Calon Walikota dan  Ir. Punjul Santoso, MM, (Petahana Wakil Walikota Batu) sebagai Wakil Walikota Batu.
                Penjaringan Calon Walikota Batu Tahun 2017 telah dilakukan Tim Lima DPC PDI-P Kota Batu yang diketua Simon Purwo Ali telah berhasil mengakomadasi dari ketiga PAC mengusulkan Ir. Punjul Santoso, MM sebagai Calon Walikota Batu. Sedangkan Dra. Hj. Dewanti Rumpuko, MSi, yang juga Istri Walikota Batu Eddy Rumpoko bersama Sekretaris DPD PDI-P Propinsi Jawa Timur, Sri Untari diusulkan oleh DPD PDI-P Jatim untuk melakukan fit and propertest (uji kelayakan) DPP PDI-P di Jakarta. Dalam perjalannan Sri Untari menarik diri dari usulan pencalonan, sehingga tinggal hanya Dewanti dan Punjul yang beradu nasib di Jakarta.
            Menurut Sekretaris DPD PDI-P Jatim, Sri Untari sesuai informasi yang diterima penetapan Calon Walikota dan Wakil  Walikota Batu oleh DPP PDI-P akan turun pertengahan Juli atau paling lambat akhir Juli 2016. “Kami mengharapkan secepatnya rekomendasi itu turun, agar secepatnya melakukan sosialisasi dan memperkenalkan kepada masyarakat pemilih Kota Batu,” ujar Untari, karena dalam satu bulan itu bisa dipersiapkan administrasi dan teknis pencalonan dari pengusung Parpol tanggal 28 sampai dengan 30 Agustus 2016.
            Jika rekomendasi itu turun kepada Dewanti atau Punjul, kata Untari memang masyarakat Kota Batu sudah mengenal dengan baik. Punjul sebagai Wakil Walikota Batu yang selama ini mendamping Eddy Rumpoko yang diusung PDI-P, dan Dewanti adalah Istri dari Walikota Eddy Rumpoko yang juga sebagai Ketua Tim Pengerak PKK Kota Batu. “Keduanya sangat dikenal masyarakat Batu, sehingga untuk memperkenalkan diri mudah dilakukan, tetapi untuk menyangkut mensosialisasi visi, misi, dan program kerja selama memimpin Kota Batu lima tahun mendatang memerlukan waktu,” ungkap Untari, karena saat kampanye sudah dibatasi dengan berbagai aturan PKPU yang sangat membatasi, belum lagi sewaktu-waktu apabila melanggar bisa ditindak oleh Panwas Kota Batu.

Dewanti dan Punjul
              Untari menjelaskan, Dewanti atau Punjul yang direkomendasikan sebagai Calon Walikota atau Calon Wakil Walikota Batu, Partai dan kadernya terutama di Kota Batu harus mengamankan dan mensukseskan agar terpilih menjadi walikota dan wakil walikota. “Sampai saat ini, kami belum mendapat informasi siapa yang ditunjuk. Apabila Bu Dewanti yang menjadi  calon walikota diharapkan Pak Punjul juga legowo, dan sebaliknya,” elak Untari, karena pertimbangan DPP PDI-P itulah yang terbaik untuk Kota Batu setelah menerima masukan dan tim Sembilan melakukan survei dan mendengar aspirasi dari masyarakat.
            Tim Sembilan yang diketua oleh Bambang DH sudah melakukan penjaringan aspirasi dari masyarakat Kota Batu beberapa waktu lalu. “Tim ini, melalukan penjaringan aspirasi masyarakat bukan hanya anggota/kader PDI-P Kota Batu dan simpatisan, tetapi masyarakat Kota Batu juga diperhatikan,” ungkap salah satu anggota Tim Sembilan, diminta namanya tidak dituliskan.
            Lebih lanjut dikatakan sumber tersebut, setelah mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat Kota Batu agar Bu Dewanti sebagai calon walikota menggantikan  suaminya Eddy Rumpoko untuk melanjutkan visi, misi, dan program yang sudah dilakukan dan dikembangkan. Sedangkan Pak Punjul tetap sebagai Wakil Walikota, karena kalah pamor dari Bu Dewanti. “Aspirasi dari masyarakat ini akan kami bawakan dan digodok kemudian keluarlah rekomendasi,” ujar sumber tersebut, nanti DPP PDI-P yang menentukan apakah Dewanti atau Punjul yang sebagai calon walikota.
            Menurut informasi Pak Punjul menerima apa keputusan dari DPP PDI-P apakah Bu Dewanti sebagai calon walikota atau dirinya sebagai calon walikota, atau tetap sebagai calon wakil walikota. “Pak Punjul sudah bersedia tetap menjadi calon wakil walikota dan mendukung Bu Dewanti sebagai calon  walikota, sekarang Pak Punjul sudah merapat ke Bu Dewanti dan Pak Eddy untuk menyusun rencana strategi menghadap Pilkada,” tutur Sumber dari tim sukses Punjul. (domi/rian/ger)

PRTAI                                      KURSI
PDI-P                                       5
Partai Gerinda                       4
Partai NasDem                       1
PKB                                         4
PAN                                         3
Partai Demokrat                    3
Partai Hanura                         1
PKS                                          1
Partai Golkar                          3

Total                                       25